SMK3 di Menara Enjiniring

admin_plne, 01 May 2018

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3LH) bagi sebuah perusahaan merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi kinerja para pegawai. Selain itu, K3LH juga merupakan elemen penting dalam Key Performance Indicator (KPI) perusahaan sebagai faktor pengurang pencapaian.

 

Penambahan Lingkup

Perpindahan kantor PLN Enjiniring ke Gedung baru yang lebih luas telah menyatukan seluruh pegawai PLN Enjiniring yang sebelumnya berada di kantor terpisah. Di sisi lain, perpindahan ini perlu dilakukan pada Sistem Manajemen K3 (SMK3).

Seperti yang dikatakan oleh Manajer Umum, Sigit Trianto, “Fasilitas di Gedung baru sudah cukup lengkap, tetapi ada beberapa fasilitas K3 yang perlu ditambahkan. Sejak proses desain kantor sudah mulai diterapkan, yaitu proses Hazard Identification Risk Assesment and Control (HIRARC) yang merupakan serangkaian proses mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi dalam aktifitas rutin ataupun non rutin di perusahaan. Sehingga, diperlukan setup ulang yang disesuaikan dengan desain kantor baru”.

Dalam HIRARCH, pada dasarnya terdapat beberapa langkah dalam menjalani prosesnya, antara lain :

1. Mengelompokkan aktivitas kerja.

2. Mengidentifikasi potensi bahaya.

3. Melakukan penilaian kemungkinan dengan menafsirkan peluang terjadinya bahaya.

4. Mengambil keputusan mengenai toleransi risiko, serta implementasinya.


Menurut Sigit, terkait dengan SMK3, ada beberapa hal yang ditambahkan, karena adanya potensi bahaya yang berbeda. Salah satunya dari sisi jumlah lantai Gedung. Jika sebelumnya, Gedung kantor hanya terdiri dari 2 lantai ditambah dengan basement, di Gedung baru terdiri dari 9 lantai dan dilengkapi dengan dua jenis lift, yaitu lift orang dan lift barang.

“Potensi bahayanya lebih besar karena di kantor baru memiliki beberapa peralatan yang berisiko tinggi, dan sebelumnya tidakada di kantor lama,” jelas Sigit.

 

Agen K3

Selain jumlah lantai, faktor lain yang menjadi pertimbangan untuk dilakukannya penambahan lingkup terhadap SMK3 adalah lay-out kantor yang baru. Di mana, fasilitas K3 harus disesuaikan dengan lay-out kantor. Begitu juga dengan proses pembuatan lay-out atau desain kantor sudah harus mempertimbangkan fasilitas K3 yang ada.

Dengan adanya perpindahan ke Gedung baru, tidak mengubah peraturan sebelumnya untuk tetap melakukan beberapa kegiatan rutin guna memenuhi K3L. di antaranya, pelaksanaan rapat oleh anggota P2K3 dan melakukan simulasi kebakaran serta gempa bumi.

Terkait simulasi yang dilakukan rutin setahun sekali, PLN Enjiniring sudah melakukannya di Gedung baru, yaitu pada tanggal 26-27 April 2018 lalu. Sigit berharap kepedulian lingkungan ini dapat dimulai dari masing-masing pegawai.”Jadikan diri kita sendiri sebagai agen K3”, pungkas Sigit. 

    Komentar

    Sedang mengirim